Keindahan alam yang asri berpadu dengan kearifan lokal yang terjaga.
Desa Kiarapedes terletak di kaki Gunung Tangkuban Perahu dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Masyarakat kami menjunjung tinggi nilai-nilai gotong royong dan kearifan lokal. Kami berkomitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sambil mengembangkan potensi
Pada tahun 1929 di Kiarapedes terdapat dua Desa yaitu Desa Ciloji dan Desa Ciracas, kemudian pada tahun 1973 dua Desa tersebut dimarger menjadi satu Desa dan nama Desa berubah menjadi Desa Kiarapedes, adapun nama tersebut diambil dari hasil musyawarah para Tokoh kedua Desa, yaitu Tokoh Desa Ciracas diantaranya Mama H. Syarif dan tokoh Desa Ciloji Mama H. Ahmad Sukra Manggala.
H. Ahmad Sukra Manggala mengusulkan agar dalam nama Desa terdapat kata Kiara karena di Desa Ciloji terdapat pohon kiara yang sangat besar, sekaligus merupakan ciri khas kampung Ciloji pada waktu itu. H. Syarif mengusulkan agar Nama Desa terdapat kata pedes karena tanaman khas Ciracas pada waktu itu adalah pedes, sehingga ada kampung Cipedes sampai sekarang. Setelah melalui perdebatan panjang kemudian di putuskan nama Desa menjadi Desa Kiarapedes Kecamatan Wanayasa.
Dahulu Kecamatan Kiarapedes terdiri dari 10 Desa diantaranya Desa Kiarapedes adalah sebagai Desa Induk dari Desa Mekarjaya dan Desa Ciracas. Desa Kiarapedes telah beberapa kali mengalami pemekaran sebagai berikut :
MEWUJUDKAN DESA KIARAPEDES MANDIRI MELALUI PROGRAM KIARAPEDES BABAKTI
Lapangan Panca Waluya memberikan layanan pertandingan sepak bola dan aktivitas fisik lainnya.
Desa Kiarapedes menerapkan inovasi penanggulangan sampah melalui program pengelolaan limbah yang dijadikan lokal karya yang berguna.
Desa Kiarapedes menilai tinggi pentingnya pendidikan dalam pembangunan generasi masa depan.
Kiarapedes, Purwakarta, dikenal sebagai Desa Percontohan Antikorupsi yang digaungkan oleh KPK dalam program "Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi" (JNBA) pada tahun 2025, menjadi lokasi sosialisasi integritas dari akar rumput melalui nilai-nilai antikorupsi seperti jujur, peduli, mandiri, dan disiplin, dengan tujuan membangun tata kelola bersih sejak dini di tingkat desa.
Dengan adanya sistem pengelolaan keuangan desa yang terbuka, warga dapat dengan mudah mengakses informasi mengenai penggunaan anggaran desa. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan kegiatan desa juga menjadi kunci keberhasilan kami dalam memberantas korupsi.
Lapangan Panca Waluya adalah pusat kegiatan olahraga dan rekreasi di Desa Kiarapedes. Fasilitas ini mendukung gaya hidup sehat dan mempererat tali persaudaraan antar warga desa.
Dengan berbagai kegiatan yang diadakan di lapangan ini, warga dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebugaran fisik sekaligus memperkuat ikatan sosial dalam komunitas.
Desa Kiarapedes sangat mementingkan pendidikan sebagai fondasi pembangunan desa. Kami menyediakan fasilitas pendidikan yang memadai dan mendukung proses belajar mengajar bagi anak-anak di desa kami.
Terdapat 2 sekolah dasar di desa kami, yaitu SDN 1 Kiarapedes dan SDN 2 Kiarapedes, 1 sekolah menengah pertama, yaitu SMPN 1 Kiarapedes, serta sekolah menengah kejuruan yaitu SMKN Kiarapedes.
Desa Kiarapedes telah melakukan tahap dalam menanggunalangi permasalahan sampah melalui inovasi pengelolaan limbah yang dijadikan lokal karya. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah penggunaan incinerator untuk membakar sampah plastik dan menggunakan sisa abu pembakaran untuk membuat paving block.
Inovasi yang diusulkan oleh anggota KKN UNSIKA 2026 diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh tiap RT pada Desa Kiarapedes